Mahasiswa “harus” Menulis

Juli 17, 2008

Hidup Selaras Dengan Alam Kurangi Pemanasan Global

Diarsipkan di bawah: Lingkungan — mahasiswamenulis @ 5:43 am
PADANG, MINGGU – Gaya hidup selaras dengan alam (living green) perlu mendapat perhatian masyarakat dan pemerintah di dunia, sebagai upaya mengurangi pemanasan global yang menjadi biang perubahan iklim.

“Pemanasan global juga dampak dari kerusakan lingkungan di Bumi,” kata kata Pakar Lingkungan dari Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Bung Hatta (UBH), Profesor Dr Ir H Nasfryzal Carlo M.Sc di Padang, Sabtu (12/7). Hal tersebut disampaikannya saat dikukuhkan sebagai guru besar tetap bidang ilmu bidang ilmu rekayasa lingkungan dan pengolahan limbah Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan UBH.

Menurut Carlo, agar temperatur bumi tidak terus meningkat dan kerusakan lingkungan tidak semakin parah, maka pemanasan global harus dikurangi. Ia mengatakan, meminimalkan pemanasan global dilakukan dengan mengurangi pelepasan gas rumah kaca dan mencegah terjadinya pencemaran udara lainnya ke atmosfer.

“Cara yang paling positif untuk hal itu, adalah melakukan gaya hidup selaras dengan alam (living green) sebagai keharusan dalam kehidupan sehari-hari bagi oleh pemerintah maupun masyarakat di dunia, ” tambahnya. Ia menjelaskan, langkah-langkah gaya hidup selaras dengan alam itu seperti, menghemat pemakaian arus listrik dan bahan bakar minyak (BBM).

Gaya ini diwujudkan dengan mematikan lampu listrik yang tidak penting, mematikan komputer ketika tidak bekerja, mematikan alat pendingin ketika tidak berada di dalam ruangan, dan mematikan televisi saat tidak menonton. Kemudian, menghindari penggunaan lift atau eskalator pada bangunan berlantai dua, memaksimalkan penggunaan transportasi umum dan kendaraan yang berbahan bakar gas atau biodiesel.

Selanjutnya, memakai kendaraan bebas polusi seperti sepeda dan becak, menghindari pembakaran sampah, menerapkan konsep 3R (reduce, reuse and recycle atau mengurangi, menggunakan kembali dan mendaur ulang) dalam sistim pengelolaan sampah.

Masih gaya hidup ramah lingkungan lainnya adalah mendesain bangunan dengan sirkulasi udara dan pencahayaan alami, mengontrol emisi operasional perusahaan, membeli produk lokal untuk mengurangi transportasi barang-barang impor dan jika terpaksa beli produk impor yang mempunyai recycle logo.

Hidup selaras dengan alam, kata Carlo, juga diimplementasikan dengan mengganti tas belanja dari bahan plastik ke bahan kain atau bahan organik lainnya, menggunakan kertas pada kedua sisi dan mendaur ulang kembali, menebang pohon yang harus diikuti penanaman kembali dan membuka lahan dengan cara tidak membakar.

“Berikutnya, menghentikan penebangan hutan secara liar, membudayakan gemar menanam pohon, menggunakan taman hidup sebagai pagar dan merubah gaya hidup untuk menyelamatkan Bumi,” tambahnya.

Sementara itu, khusus bagi pemerintah dan pihak-pihak pengambil kebijakan diminta lebih aktif mematuhi dan melaksanakan ketentuan dan aturan menjaga lingkungan secara konsekuen. Indonesia sebagai salah satunegara yang masih mempunyai hutan penghasil oksigen diharapkan upaya pelestarian hutannya dengan kebijakan tebang pilih terhadap hutan yang masih diperlukan dalam pembangunan.
Minggu, 13 Juli 2008 | 19:13 WIB – Sumber : Antara

Pengirim : Amin, Universitas Mercubuana, Jakarta Barat, angel.free28@yahoo.com,lingkungan

Juli 12, 2008

nglamar kerja tanpa “Channel”

Diarsipkan di bawah: Teknologi — mahasiswamenulis @ 2:18 am

Sering muncul keluhan dari mulut mereka yang sedang mencari kerja di Jakarta:

“susah cari kerja jaman sekarang, kalo nggak ada channel alias orang dalam”
“tempat mu ada lowongan nggak, cariin donk!”
“tempat kerja gue sekarang nggak enak, ada lowongan nggak”

Langsung aja gue tembak dia :

“udah pernah pake karir atau jobsDB blom ?”
“kalo belum coba deh, gue sering dapet job dari sana”

Memang pengalaman saya yang masih berstatus kutu loncat alias suka berpindah-pindah kerja sering dapet new job dari situs-situs tersebut. Terkadang dari lowongan koran juga tapi tetep cv dikirim via email.

Intinya walau pun kita nggak punya orang dalem / channel gunakan aja internet sebagai channel mu.

Ini ada beberapa alternatif kalo u nggak mau repot beli kompas hari sabtu, gunakan aja media berikut :

  • Karir, jobsDB, milis lowongan kerja atau isi formulir di website perusahaan secara langsung … luangkan aja waktu 1-2 jam untuk hunting lowongan kerja di warnet.
  • Kalo udah tinggal persiapkan aja CV yang asli so saat ada panggilan interview langsung meluncur.
    Mudah kan?
  • Saat interview gunakan pakaian dan gaya bicara yang bener bener meyakinkan … jangan perlihatkan kepolosan kita sebagai fresh graduated, perlihatkan seakan-akan kita memanglah seorang yang profesional.

Penulis : Amin, Universitas Mercubuana, Jakarta Barat, angel.free28@yahoo.com, teknologi

Juli 8, 2008

Mahasiswa Menulis

Diarsipkan di bawah: Resensi blog — mahasiswamenulis @ 3:41 am

Belum ada tulisan

Kursus internet

Diarsipkan di bawah: Resensei Web — mahasiswamenulis @ 3:28 am

Kursusinternet.co.nr sebuah website yang dibuat dengan menggunakan blogger sebagai tempat hosting gratisnya plus co.nr sebagai domain gratisnya pula.

Berisi penawaran Kursus online pembuatan Weblog

Saat ini sedang mengadakan promo BONUS GRATIS AdSense Module kepada pendaftar terbaru.

Walaupun menggunakan blogger tampilannya seperti sebuah website perusahaan yang profesional walaupun hanya berbentuk portfolio site yaitu web yang memberikan gambaran/ company profile usaha karena tidak secara langsung mendukung penjualan langsung seperti e commerce site.

Namun pelayanan penjualan langsung tetap bisa dilakukan yaitu dengan batuan transfer bank via BCA dan harus menggunakan konfirmasi via email.

Menurut rencananya dalam waktu dekat website akan dikembangkan menjadi e commerce site dimana pengunjung dapat melakukan transaksi langsung dengan keranjang belanja.

Penulis : Amin, Universitas Mercubuana, Jakarta Barat, angel.free28@yahoo.com, resensi web

Mahasiswa Menulis

Diarsipkan di bawah: Wisata — mahasiswamenulis @ 2:47 am

Belum ada tulisan

Mahasiswa Merokok = TIDAK

Diarsipkan di bawah: Kesehatan — mahasiswamenulis @ 2:43 am

Beberapa hari yang lalu saya menjalani test tertulis penerimaan kerja disebuah penerbit buku islam besar di Depok, ada satu pertanyaan yang saya ingat selalu ” APAKAH ANDA MEROKOK ?”
Saya jawab tegas ” TIDAK “

Hari gini mahasiswa masih merokok ?
Apapun argumen anda tetep SALAH
Kalo nggak mau di salahkan, jangan salahkan orang lain jika anda merasakan dampaknya.
Jangan marah jika orang lain merasa terganggu dan kemudian menyalahkan anda

ndak percaya, baca artikel di bawah ini :

Rokok mengandung kurang lebih 4000 elemen-elemen, dan setidaknya 200 diantaranya dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. Racun utama pada rokok adalah tar, nikotin, dan karbon monoksida.

  • Tar adalah substansi hidrokarbon yang bersifat lengket dan menempel pada paru-paru.
  • Nikotin adalah zat adiktif yang mempengaruhi syaraf dan peredaran darah. Zat ini bersifat karsinogen, dan mampu memicu kanker paru-paru yang mematikan.
  • Karbon monoksida adalah zat yang mengikat hemoglobin dalam darah, membuat darah tidak mampu mengikat oksigen.

Efek racun pada rokok ini membuat pengisap asap rokok mengalami resiko (dibanding yang tidak mengisap asap rokok):

  • 14x menderita kanker paru-paru, mulut, dan tenggorokan
  • 4x menderita kanker esophagus
  • 2x kanker kandung kemih
  • 2x serangan jantung

Rokok juga meningkatkan resiko kefatalan bagi penderita pneumonia dan gagal jantung, serta tekanan darah tinggi.

Menggunakan rokok dengan kadar nikotin rendah tidak akan membantu, karena untuk mengikuti kebutuhan akan zat adiktif itu, perokok cenderung menyedot asap rokok secara lebih keras, lebih dalam, dan lebih lama. (sumber)

Penulis : Amin, Universitas Mercubuana, Jakarta Barat, angel.free28@yahoo.com, kesehatan

Mahasiswa Menulis

Diarsipkan di bawah: Bisnis — mahasiswamenulis @ 2:43 am

Belum ada tulisan

Mahasiswa Menulis

Diarsipkan di bawah: Event — mahasiswamenulis @ 2:42 am

Belum ada tulisan

Menjadi bangsa yang besar

Diarsipkan di bawah: Motivasi — mahasiswamenulis @ 2:41 am

Kapan bangsa ini menjadi bangsa yang besar dimata dunia ?

Jangan anda cari jawaban dari pertanyaan diatas dari seorang presiden, menteri atau ahli nujum sekalipun
Karena jawabannya ada pada anda sendiri.

Dimana?
Di hati anda, yaitu saat anda merasa sebagai warga negara sebuah bangsa yang besar

Pahamkah anda ?
Jika belum, lihat kembali di hati anda sekali lagi.

Penulis : Amin, Universitas Mercubuana, Jakarta Barat, angel.free28@yahoo.com, motivasi

Mahasiswa Menulis

Diarsipkan di bawah: Resensi musik — mahasiswamenulis @ 2:40 am

Belum ada tulisan

Halaman Berikutnya »

Blog pada WordPress.com.