Beberapa hari yang lalu saya menjalani test tertulis penerimaan kerja disebuah penerbit buku islam besar di Depok, ada satu pertanyaan yang saya ingat selalu ” APAKAH ANDA MEROKOK ?”
Saya jawab tegas ” TIDAK “
Hari gini mahasiswa masih merokok ?
Apapun argumen anda tetep SALAH
Kalo nggak mau di salahkan, jangan salahkan orang lain jika anda merasakan dampaknya.
Jangan marah jika orang lain merasa terganggu dan kemudian menyalahkan anda
ndak percaya, baca artikel di bawah ini :
Rokok mengandung kurang lebih 4000 elemen-elemen, dan setidaknya 200 diantaranya dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. Racun utama pada rokok adalah tar, nikotin, dan karbon monoksida.
- Tar adalah substansi hidrokarbon yang bersifat lengket dan menempel pada paru-paru.
- Nikotin adalah zat adiktif yang mempengaruhi syaraf dan peredaran darah. Zat ini bersifat karsinogen, dan mampu memicu kanker paru-paru yang mematikan.
- Karbon monoksida adalah zat yang mengikat hemoglobin dalam darah, membuat darah tidak mampu mengikat oksigen.
Efek racun pada rokok ini membuat pengisap asap rokok mengalami resiko (dibanding yang tidak mengisap asap rokok):
- 14x menderita kanker paru-paru, mulut, dan tenggorokan
- 4x menderita kanker esophagus
- 2x kanker kandung kemih
- 2x serangan jantung
Rokok juga meningkatkan resiko kefatalan bagi penderita pneumonia dan gagal jantung, serta tekanan darah tinggi.
Menggunakan rokok dengan kadar nikotin rendah tidak akan membantu, karena untuk mengikuti kebutuhan akan zat adiktif itu, perokok cenderung menyedot asap rokok secara lebih keras, lebih dalam, dan lebih lama. (sumber)
Penulis : Amin, Universitas Mercubuana, Jakarta Barat, angel.free28@yahoo.com, kesehatan